Menguasai Matematika Kelas 8 Semester 2: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam
Semester 2 kelas 8 merupakan fase krusial dalam pembelajaran matematika. Di sini, siswa akan diperkenalkan pada konsep-konsep yang lebih abstrak dan aplikatif, yang menjadi fondasi penting untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Memahami materi ini dengan baik tidak hanya membantu dalam pencapaian nilai akademis, tetapi juga membangun kemampuan berpikir logis dan analitis.
Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif bagi siswa kelas 8 untuk menguasai materi matematika semester 2. Kita akan membahas beberapa topik utama, disertai dengan contoh soal yang bervariasi dan pembahasan jawaban yang mendalam. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat memahami setiap langkah penyelesaian dan menerapkan strategi yang tepat dalam mengerjakan soal-soal serupa.
Topik Utama yang Akan Dibahas:
- Teorema Pythagoras: Memahami hubungan antara sisi-sisi segitiga siku-siku.
- Bangun Ruang Sisi Datar: Menghitung luas permukaan dan volume berbagai bangun ruang seperti kubus, balok, prisma, dan limas.
- Statistika: Mengolah dan menyajikan data dalam bentuk tabel, diagram, serta menghitung ukuran pemusatan data.
- Peluang: Memahami konsep peluang suatu kejadian dan menghitung peluang sederhana.
Mari kita selami setiap topik dengan contoh soal dan pembahasannya.
>
1. Teorema Pythagoras: Fondasi Segitiga Siku-Siku
Teorema Pythagoras adalah salah satu konsep paling fundamental dalam geometri. Teorema ini menyatakan bahwa dalam segitiga siku-siku, kuadrat dari panjang sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat dari panjang sisi-sisi siku-sikunya. Secara matematis, jika $a$ dan $b$ adalah panjang sisi siku-siku, dan $c$ adalah panjang sisi miring, maka berlaku:
$a^2 + b^2 = c^2$
Contoh Soal 1:
Sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang salah satu sisi siku-sikunya 8 cm dan sisi siku-siku lainnya 15 cm. Berapakah panjang sisi miring segitiga tersebut?
Pembahasan:
Diketahui:
- Panjang sisi siku-siku ($a$) = 8 cm
- Panjang sisi siku-siku lainnya ($b$) = 15 cm
- Ditanya: Panjang sisi miring ($c$)
Menggunakan Teorema Pythagoras:
$c^2 = a^2 + b^2$
$c^2 = 8^2 + 15^2$
$c^2 = 64 + 225$
$c^2 = 289$
Untuk mencari nilai $c$, kita perlu mengakarkuadratkan 289.
$c = sqrt289$
$c = 17$ cm
Jadi, panjang sisi miring segitiga tersebut adalah 17 cm.
Contoh Soal 2:
Panjang sisi miring sebuah segitiga siku-siku adalah 25 cm, dan salah satu sisi siku-sikunya adalah 7 cm. Berapakah panjang sisi siku-siku yang lain?
Pembahasan:
Diketahui:
- Panjang sisi miring ($c$) = 25 cm
- Panjang salah satu sisi siku-siku ($a$) = 7 cm
- Ditanya: Panjang sisi siku-siku lainnya ($b$)
Menggunakan Teorema Pythagoras:
$a^2 + b^2 = c^2$
$7^2 + b^2 = 25^2$
$49 + b^2 = 625$
Untuk mencari nilai $b^2$, kita kurangkan 625 dengan 49:
$b^2 = 625 – 49$
$b^2 = 576$
Untuk mencari nilai $b$, kita akarkuadratkan 576.
$b = sqrt576$
$b = 24$ cm
Jadi, panjang sisi siku-siku yang lain adalah 24 cm.
Contoh Soal 3 (Aplikasi dalam Kehidupan Nyata):
Sebuah tiang bendera memiliki tinggi 12 meter. Sebuah tali pengikat dipasang dari puncak tiang bendera ke tanah. Jarak dari pangkal tiang bendera ke titik tempat tali di tanah adalah 5 meter. Berapakah panjang tali pengikat tersebut?
Pembahasan:
Soal ini dapat dimodelkan sebagai segitiga siku-siku, di mana tinggi tiang bendera adalah salah satu sisi siku-siku, jarak di tanah adalah sisi siku-siku lainnya, dan panjang tali pengikat adalah sisi miring.
Diketahui:
- Tinggi tiang bendera ($a$) = 12 meter
- Jarak di tanah ($b$) = 5 meter
- Ditanya: Panjang tali pengikat ($c$)
Menggunakan Teorema Pythagoras:
$c^2 = a^2 + b^2$
$c^2 = 12^2 + 5^2$
$c^2 = 144 + 25$
$c^2 = 169$
Untuk mencari nilai $c$, kita akarkuadratkan 169.
$c = sqrt169$
$c = 13$ meter
Jadi, panjang tali pengikat tersebut adalah 13 meter.
>
2. Bangun Ruang Sisi Datar: Menjelajahi Dimensi Ketiga
Bangun ruang sisi datar adalah bangun tiga dimensi yang memiliki sisi-sisi berupa datar. Beberapa bangun ruang yang umum dipelajari di kelas 8 semester 2 antara lain kubus, balok, prisma, dan limas. Memahami cara menghitung luas permukaan dan volumenya sangat penting.
a. Kubus
Kubus memiliki 6 sisi berbentuk persegi yang identik. Jika panjang rusuk kubus adalah $s$:
- Luas Permukaan Kubus ($LP$) = $6 times s^2$
- Volume Kubus ($V$) = $s^3$
Contoh Soal 4:
Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 7 cm. Hitunglah luas permukaan dan volume kubus tersebut!
Pembahasan:
Diketahui:
-
Panjang rusuk ($s$) = 7 cm
-
Luas Permukaan:
$LP = 6 times s^2$
$LP = 6 times 7^2$
$LP = 6 times 49$
$LP = 294$ cm$^2$ -
Volume:
$V = s^3$
$V = 7^3$
$V = 7 times 7 times 7$
$V = 343$ cm$^3$
Jadi, luas permukaan kubus tersebut adalah 294 cm$^2$ dan volumenya adalah 343 cm$^3$.
b. Balok
Balok memiliki 6 sisi berbentuk persegi panjang. Jika panjang balok adalah $p$, lebar $l$, dan tinggi $t$:
- Luas Permukaan Balok ($LP$) = $2(pl + pt + lt)$
- Volume Balok ($V$) = $p times l times t$
Contoh Soal 5:
Sebuah balok memiliki panjang 10 cm, lebar 6 cm, dan tinggi 4 cm. Hitunglah luas permukaan dan volume balok tersebut!
Pembahasan:
Diketahui:
-
Panjang ($p$) = 10 cm
-
Lebar ($l$) = 6 cm
-
Tinggi ($t$) = 4 cm
-
Luas Permukaan:
$LP = 2(pl + pt + lt)$
$LP = 2((10 times 6) + (10 times 4) + (6 times 4))$
$LP = 2(60 + 40 + 24)$
$LP = 2(124)$
$LP = 248$ cm$^2$ -
Volume:
$V = p times l times t$
$V = 10 times 6 times 4$
$V = 240$ cm$^3$
Jadi, luas permukaan balok tersebut adalah 248 cm$^2$ dan volumenya adalah 240 cm$^3$.
c. Prisma
Prisma adalah bangun ruang yang memiliki dua sisi alas yang sejajar dan kongruen, serta sisi-sisi tegak berupa persegi panjang. Luas permukaan prisma bergantung pada bentuk alasnya. Jika luas alas adalah $L_a$ dan keliling alas adalah $K_a$, serta tinggi prisma adalah $t$:
- Luas Permukaan Prisma ($LP$) = $2 times L_a + K_a times t$
- Volume Prisma ($V$) = $L_a times t$
Contoh Soal 6 (Prisma Segitiga):
Sebuah prisma segitiga memiliki alas segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya 6 cm dan 8 cm, serta sisi miringnya 10 cm. Tinggi prisma adalah 15 cm. Hitunglah luas permukaan dan volume prisma tersebut!
Pembahasan:
Diketahui:
-
Alas segitiga siku-siku: sisi siku-siku 6 cm dan 8 cm, sisi miring 10 cm.
-
Tinggi prisma ($t$) = 15 cm
-
Luas Alas Segitiga ($L_a$):
$L_a = frac12 times textalas segitiga times texttinggi segitiga$
$L_a = frac12 times 6 times 8$
$L_a = 24$ cm$^2$ -
Keliling Alas Segitiga ($K_a$):
$K_a = 6 + 8 + 10$
$K_a = 24$ cm -
Luas Permukaan Prisma:
$LP = 2 times L_a + K_a times t$
$LP = 2 times 24 + 24 times 15$
$LP = 48 + 360$
$LP = 408$ cm$^2$ -
Volume Prisma:
$V = L_a times t$
$V = 24 times 15$
$V = 360$ cm$^3$
Jadi, luas permukaan prisma segitiga tersebut adalah 408 cm$^2$ dan volumenya adalah 360 cm$^3$.
d. Limas
Limas adalah bangun ruang yang memiliki satu sisi alas dan titik puncak, serta sisi-sisi tegak berupa segitiga. Luas permukaan limas juga bergantung pada bentuk alasnya. Jika luas alas adalah $L_a$ dan keliling alas adalah $K_a$, serta tinggi sisi tegak (tinggi segitiga pada sisi tegak) adalah $t_s$:
- Luas Permukaan Limas ($LP$) = $L_a + textLuas Selubung Limas$
Luas Selubung Limas = $frac12 times K_a times t_s$ (untuk limas dengan sisi tegak segitiga yang sama besar) - Volume Limas ($V$) = $frac13 times L_a times t$, di mana $t$ adalah tinggi limas (jarak dari titik puncak ke pusat alas).
Contoh Soal 7 (Limas Segiempat Beraturan):
Sebuah limas segiempat beraturan memiliki alas persegi dengan panjang sisi 10 cm. Tinggi sisi tegak limas adalah 13 cm. Hitunglah luas permukaan limas tersebut!
Pembahasan:
Diketahui:
-
Alas persegi dengan sisi ($s$) = 10 cm
-
Tinggi sisi tegak ($t_s$) = 13 cm
-
Luas Alas Persegi ($L_a$):
$L_a = s^2$
$L_a = 10^2$
$L_a = 100$ cm$^2$ -
Keliling Alas Persegi ($K_a$):
$K_a = 4 times s$
$K_a = 4 times 10$
$K_a = 40$ cm -
Luas Selubung Limas:
Luas Selubung Limas = $frac12 times K_a times t_s$
Luas Selubung Limas = $frac12 times 40 times 13$
Luas Selubung Limas = $20 times 13$
Luas Selubung Limas = 260 cm$^2$ -
Luas Permukaan Limas:
$LP = L_a + textLuas Selubung Limas$
$LP = 100 + 260$
$LP = 360$ cm$^2$
Jadi, luas permukaan limas segiempat beraturan tersebut adalah 360 cm$^2$.
>
3. Statistika: Memahami dan Menyajikan Data
Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Di kelas 8, siswa akan belajar cara menyajikan data dalam tabel dan diagram, serta menghitung ukuran pemusatan data seperti mean (rata-rata), median (nilai tengah), dan modus (nilai yang paling sering muncul).
Contoh Soal 8:
Data nilai ulangan matematika 10 siswa adalah sebagai berikut: 7, 8, 6, 9, 7, 5, 8, 9, 7, 6.
a. Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel frekuensi.
b. Tentukan mean, median, dan modus dari data tersebut.
Pembahasan:
a. Tabel Frekuensi:
Untuk membuat tabel frekuensi, kita urutkan datanya terlebih dahulu dan hitung berapa kali setiap nilai muncul.
Data terurut: 5, 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 9, 9
| Nilai | Frekuensi |
|---|---|
| 5 | 1 |
| 6 | 2 |
| 7 | 3 |
| 8 | 2 |
| 9 | 2 |
| Jumlah | 10 |
b. Menghitung Mean, Median, Modus:
-
Mean (Rata-rata):
Mean adalah jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data.
Jumlah seluruh data = $5 + 6 + 6 + 7 + 7 + 7 + 8 + 8 + 9 + 9 = 72$
Banyaknya data = 10
Mean = $fractextJumlah seluruh datatextBanyaknya data = frac7210 = 7.2$ -
Median (Nilai Tengah):
Median adalah nilai tengah dari data yang sudah diurutkan. Karena banyaknya data adalah 10 (genap), median adalah rata-rata dari dua nilai tengah, yaitu data ke-5 dan data ke-6.
Data ke-5 = 7
Data ke-6 = 7
Median = $frac7 + 72 = 7$ -
Modus (Nilai yang Paling Sering Muncul):
Modus adalah nilai yang memiliki frekuensi paling tinggi. Dari tabel frekuensi, nilai 7 muncul sebanyak 3 kali, yang merupakan frekuensi tertinggi.
Modus = 7
Jadi:
a. Tabel frekuensinya sudah disajikan di atas.
b. Mean = 7.2, Median = 7, Modus = 7.
Contoh Soal 9 (Diagram Batang):
Data jumlah pengunjung perpustakaan selama seminggu disajikan dalam diagram batang berikut:
(Bayangkan sebuah diagram batang di sini, dengan hari di sumbu horizontal dan jumlah pengunjung di sumbu vertikal. Contoh: Senin 50, Selasa 60, Rabu 70, Kamis 55, Jumat 80, Sabtu 90, Minggu 100)
Jika data tersebut adalah:
Senin: 50
Selasa: 60
Rabu: 70
Kamis: 55
Jumat: 80
Sabtu: 90
Minggu: 100
Hitunglah rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan per hari selama seminggu!
Pembahasan:
Untuk menghitung rata-rata jumlah pengunjung per hari, kita perlu menjumlahkan seluruh pengunjung pada setiap hari, lalu membaginya dengan jumlah hari dalam seminggu.
Jumlah total pengunjung = $50 + 60 + 70 + 55 + 80 + 90 + 100 = 505$
Jumlah hari = 7
Rata-rata pengunjung per hari = $fractextJumlah total pengunjungtextJumlah hari = frac5057 approx 72.14$
Jadi, rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan per hari selama seminggu adalah sekitar 72.14 orang.
>
4. Peluang: Memprediksi Kemungkinan
Peluang adalah ukuran seberapa mungkin suatu kejadian akan terjadi. Peluang suatu kejadian $A$ dihitung dengan rumus:
$P(A) = fractextJumlah hasil yang menguntungkan kejadian AtextJumlah seluruh hasil yang mungkin terjadi$
Peluang selalu bernilai antara 0 dan 1 (inklusif). Peluang 0 berarti kejadian tidak mungkin terjadi, sedangkan peluang 1 berarti kejadian pasti terjadi.
Contoh Soal 10:
Dalam sebuah kantong terdapat 5 bola merah dan 3 bola biru. Jika diambil satu bola secara acak, berapakah peluang terambilnya bola merah?
Pembahasan:
- Jumlah bola merah (hasil yang menguntungkan) = 5
- Jumlah bola biru = 3
- Jumlah seluruh bola (seluruh hasil yang mungkin) = 5 + 3 = 8
Peluang terambilnya bola merah = $fractextJumlah bola merahtextJumlah seluruh bola$
$P(textmerah) = frac58$
Jadi, peluang terambilnya bola merah adalah $frac58$.
Contoh Soal 11:
Sebuah dadu bersisi enam dilempar satu kali. Berapakah peluang munculnya mata dadu bilangan prima?
Pembahasan:
- Seluruh hasil yang mungkin saat melempar dadu adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6. Jumlah seluruh hasil = 6.
- Bilangan prima pada mata dadu adalah 2, 3, 5. Jumlah hasil yang menguntungkan (bilangan prima) = 3.
Peluang munculnya mata dadu bilangan prima = $fractextJumlah mata dadu primatextJumlah seluruh mata dadu$
$P(textprima) = frac36 = frac12$
Jadi, peluang munculnya mata dadu bilangan prima adalah $frac12$.
Contoh Soal 12 (Peluang Gabungan Sederhana):
Dalam sebuah kotak terdapat 4 kelereng merah, 6 kelereng biru, dan 2 kelereng hijau. Dua kelereng diambil satu per satu tanpa pengembalian. Berapakah peluang terambilnya kelereng merah pada pengambilan pertama dan kelereng biru pada pengambilan kedua?
Pembahasan:
-
Jumlah seluruh kelereng awal = 4 (merah) + 6 (biru) + 2 (hijau) = 12 kelereng.
-
Peluang terambilnya kelereng merah pada pengambilan pertama:
Jumlah kelereng merah = 4
Jumlah seluruh kelereng = 12
$P(textmerah pada pengambilan pertama) = frac412 = frac13$ -
Peluang terambilnya kelereng biru pada pengambilan kedua (setelah satu kelereng merah diambil dan tidak dikembalikan):
Jumlah kelereng biru = 6
Jumlah seluruh kelereng yang tersisa = 12 – 1 = 11 kelereng.
$P(text merah pada pertama) = frac611$ -
Peluang gabungan kedua kejadian:
Untuk mendapatkan peluang kedua kejadian terjadi secara berurutan, kita kalikan peluang masing-masing kejadian.
$P(textmerah pertama dan biru kedua) = P(textmerah pada pengambilan pertama) times P(textbiru pada pengambilan kedua )$
$P(textmerah pertama dan biru kedua) = frac13 times frac611$
$P(textmerah pertama dan biru kedua) = frac633$
$P(textmerah pertama dan biru kedua) = frac211$
Jadi, peluang terambilnya kelereng merah pada pengambilan pertama dan kelereng biru pada pengambilan kedua adalah $frac211$.
>
Penutup
Menguasai materi matematika kelas 8 semester 2 membutuhkan latihan yang konsisten. Dengan memahami konsep dasar, menganalisis contoh soal, dan mencoba mengerjakan soal-soal serupa, siswa akan semakin percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan matematika. Ingatlah bahwa matematika bukanlah sekadar menghafal rumus, melainkan melatih kemampuan berpikir logis dan problem-solving yang akan sangat berguna di masa depan. Teruslah berlatih dan jangan ragu untuk bertanya jika mengalami kesulitan!
>
Artikel ini mencakup sekitar 1.200 kata, mencakup empat topik utama dengan penjelasan konsep dan beberapa contoh soal beserta pembahasannya yang mendalam. Anda bisa menambahkan lebih banyak variasi soal atau mendalami setiap sub-topik jika diperlukan.

Tinggalkan Balasan